Rekomendasi Novel Terbaik dari Terjemahan Bahasa Arab

Rekomendasi Novel Terbaik dari Terjemahan Bahasa Arab – Novel merupakan salah satu buku yang saat ini sudah semakin banyak orang yang sangat menggemari dan menyukainya. Bosan dengan rutinitas sehari-hari dan sedang mencari hiburan di luar konten visual? Kamu bisa mencoba berkelana tanpa visa ke negara-negara Arab lewat bacaan fiksi berikut. Diterjemahkan langsung dari bahasa Arab ke bahasa Inggris, deretan buku ini bakal jadi pengalaman baru buatmu.

Tak hanya itu, latarnya juga kaya akan muatan sosial, politik, dan budaya pas jadi medium memperluas pengetahuan. Simak rekomendasinya berikut ini!

Rekomendasi Novel Terbaik dari Terjemahan Bahasa Arab

1. Celestial Bodies 
Celestial Bodies berhasil memenangkan penghargaan Man Booker International Prize tahun 2019 lalu. Novel setebal 256 halaman ini dibangun dari cerita tiga saudari perempuan yang sama-sama memiliki pengalaman pahit dalam urusan percintaan.

Salah satu dari mereka menikah karena merasa itu kewajiban, satu lagi menganggap pernikahan bisa jadi pelariannya setelah patah hati, dan satu memilih untuk menunggu kekasihnya yang ternyata mengkhianatinya. Walau punya pandangan yang tak sama, ketiganya saling mendukung satu sama lain.

Semuanya berlatarkan Oman, negara yang dikenal kaya akan cadangan minyak. Lewat ketiga karakter ini, sang penulis akan membawa kita mengenal kehidupan warga setempat dari berbagai lapisan. Mulai dari pedesaan yang memprihatinkan, kawasan kumuh, hingga pemukiman orang-orang berduit.

2. Children of the Alley 
Dari Oman, kamu bisa berkelana ke Mesir pada abad ke-19 lewat novel Children of the Alley. Buku ini berlatarkan sebuah wilayah fiktif di Kairo yang dipimpin seorang bernama Galabawi. Ia mendelegasikan tugas pada beberapa putranya yang tentu punya karakter dan cara mereka sendiri dalam melakukan pekerjaan.

Novel ini sebenarnya merupakan simbolisme pertentangan kepercayaan. Tiap putra Galabawi merepresentasikan beberapa kepercayaan tertentu, ilmu pengetahuan, dan iblis. Sementara, Galabawi dipercaya pembaca sebagai representasi Tuhan. Namun, Naguib Mahfouz mengklarifikasi bahwa Galabawi dalam novelnya ia sarikan dari beberapa kumpulan ide yang dibuat sendiri oleh manusia tentang Tuhan.

Topik yang diangkat memang cukup kontroversial untuk sebagian orang, tetapi bisa memantik diskusi. Silakan asah kemampuan berpikir kritis kamu lewat buku ini.

3. In the Country of Men
In the Country of Men cocok untuk penikmat The Kite Runner. Penulis menggunakan sudut pandang anak kecil dengan latar sosial politik sebuah negara. Dalam novel ini, latar yang dipakai adalah Libya pada rentang tahun 1960 hingga 1970-an. Saat itu, terjadi revolusi penting di negara tersebut dan sang bocah mencoba menelaah kejadian yang menimpa keluarga, tetangga, dan rekan-rekannya di sekolah.

 

4. Season of Migration to the North
Seorang pria memutuskan kembali ke Sudan pada tahun 1960an setelah tujuh tahun menimba ilmu di Eropa. Sudan baru saja lepas dari kolonialisme dan ia berniat membangun desa tempatnya lahir dan besar. Di sana, ia bertemu dengan satu pemuda bernama Mustafa yang kemudian menghilang tanpa jejak.

Sebelum pergi, Mustafa menitipkan keluarganya yang tinggal di sebuah wilayah sengketa pada si pria. Dari sini idealisme dan keterampilan si pria menyelesaikan masalah diuji. Pembaca bakal diajak menelaah konflik apa yang sebenarnya terjadi di Sudan era pasca kolonial melalui Season of Migration to the North.